Februari 14, 2026

Musim 2025/2026 menghadirkan banyak kejutan di dunia sepak bola. Namun demikian, tidak semua kejutan bersifat positif. Beberapa pemain bintang justru mengalami penurunan performa yang sangat signifikan. Oleh karena itu, sorotan tajam pun mengarah kepada para pemain elite ini.

Selain faktor usia, tekanan taktik dan cedera juga berperan besar. Dengan demikian, performa yang menurun menjadi sulit di hindari. Artikel ini akan membahas delapan pemain top yang anjlok drastis di musim 2025/2026 secara menyeluruh dan terstruktur.

1. Mohamed Salah – Produktivitas Mulai Merosot

Mohamed Salah masih menjadi nama besar di Liverpool. Namun demikian, kontribusinya tidak lagi segacor musim-musim sebelumnya. Jumlah gol dan assist Salah mengalami penurunan yang cukup tajam.

Selain itu, perubahan gaya bermain tim membuat perannya menjadi lebih terbatas. Akibatnya, Salah lebih sering terisolasi di sisi kanan. Dengan kata lain, efektivitasnya menurun drastis.

2. Neymar – Cedera Kembali Menghantui

Neymar kembali mengalami musim yang sulit. Cedera berulang membuatnya kehilangan ritme permainan. Oleh sebab itu, konsistensinya tidak pernah terjaga.

Di sisi lain, usia yang semakin bertambah turut memengaruhi daya ledaknya. Alhasil, Neymar tidak lagi menjadi pembeda utama di timnya.

3. Kevin De Bruyne – Dominasi Mulai Pudar

Kevin De Bruyne di kenal sebagai otak permainan Manchester City. Akan tetapi, musim 2025/2026 menunjukkan penurunan signifikan. Intensitas permainan De Bruyne tidak lagi sama.

Sebagai hasilnya, kontribusi kreatifnya menurun. Meskipun begitu, pengaruhnya di ruang ganti tetap besar.

4. Cristiano Ronaldo – Faktor Usia Tak Terbantahkan

Cristiano Ronaldo masih memiliki naluri mencetak gol. Namun demikian, mobilitasnya sangat terbatas. Hal ini membuatnya kurang cocok dengan permainan modern yang cepat.

Oleh karena itu, kontribusi Ronaldo lebih bersifat situasional. Dengan demikian, penurunan performanya terlihat jelas.

5. Luka Modric – Elegan Namun Tak Lagi Efektif

Luka Modric tetap tampil elegan di lini tengah. Akan tetapi, stamina menjadi masalah utama. Intensitas pressing tidak lagi maksimal.

Akibatnya, peran Modric sering tergantikan oleh pemain yang lebih muda. Meski begitu, pengalamannya tetap bernilai.

6. Eden Hazard – Sulit Bangkit Kembali

Eden Hazard masih berjuang menemukan performa terbaiknya. Cedera panjang di masa lalu meninggalkan dampak besar. Oleh sebab itu, akselerasinya jauh menurun.

Selain itu, kepercayaan diri Hazard juga belum sepenuhnya pulih. Dengan kata lain, kontribusinya sangat minim.

7. Antoine Griezmann – Peran Tak Lagi Sentral

Antoine Griezmann mengalami penurunan peran di tim. Sistem permainan baru membuatnya sering bermain di luar posisi ideal.

Akibatnya, produktivitas Griezmann menurun drastis. Meskipun demikian, kerja kerasnya tetap terlihat di lapangan.

8. Marco Reus – Cedera dan Inkonsistensi

Marco Reus kembali mengalami musim yang berat. Cedera kecil namun berulang menghambat performanya. Oleh karena itu, menit bermainnya terbatas.

Di sisi lain, persaingan internal tim semakin ketat. Dengan demikian, Reus sulit mempertahankan tempat utama.

Kesimpulan

Musim 2025/2026 menjadi pengingat bahwa tidak ada pemain yang kebal terhadap penurunan performa. Dari Salah hingga Neymar, berbagai faktor seperti usia, cedera, dan perubahan taktik berperan besar.

Oleh karena itu, regenerasi menjadi kunci utama bagi setiap klub. Dengan demikian, penurunan para bintang ini membuka jalan bagi lahirnya bintang baru di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *