Februari 9, 2026

Lionel Messi di kenal sebagai ikon terbesar dalam sejarah Barcelona. Namun demikian, di balik kesetiaan dan prestasinya, Messi juga pernah menunjukkan sikap kritis terhadap arah klub. Bahkan, pada tahun 2019, muncul laporan kuat bahwa Messi minta Barcelona bersih-bersih skuad demi menjaga daya saing tim di level tertinggi.

Pada periode tersebut, Barcelona baru saja mengalami kegagalan menyakitkan di Liga Champions. Oleh karena itu, Messi menilai perubahan besar sudah tidak bisa di hindari. Transisi ini di anggap penting agar klub tidak terjebak dalam zona nyaman. Dengan kata lain, Messi ingin Barcelona kembali lapar akan gelar.

Menariknya, permintaan Messi bukan sekadar wacana. Ia di sebut-sebut menyarankan manajemen untuk melepas beberapa pemain yang di nilai tidak lagi cocok dengan proyek jangka panjang klub. Lantas, siapa saja pemain tersebut dan bagaimana nasib mereka sekarang?

Latar Belakang Krisis Barcelona pada 2019

Pada musim 2018/2019, Barcelona sebenarnya tampil dominan di La Liga. Akan tetapi, kegagalan comeback dramatis Liverpool di Anfield menjadi titik balik yang menyakitkan. Kekalahan itu membuka mata banyak pihak bahwa Barcelona membutuhkan pembaruan menyeluruh.

Selain itu, struktur skuad di nilai terlalu bergantung pada Messi. Oleh sebab itu, beban permainan sering kali hanya bertumpu pada satu pemain. Situasi ini membuat Messi merasa perubahan drastis adalah solusi terbaik.

Di sisi lain, beberapa pemain senior di anggap sudah melewati masa puncaknya. Akibatnya, regenerasi berjalan lambat. Inilah alasan utama mengapa Messi mendorong manajemen melakukan evaluasi besar-besaran.

Messi dan Perannya di Ruang Ganti

Sebagai kapten tim, Messi memiliki pengaruh besar di ruang ganti. Namun demikian, ia bukan tipe pemimpin yang vokal di media. Sebaliknya, Messi lebih sering menyampaikan pendapatnya langsung kepada manajemen.

Menurut sejumlah laporan internal, Messi tidak meminta perekrutan pemain bintang semata. Sebaliknya, ia ingin keseimbangan skuad terjaga. Oleh karena itu, pemain yang tidak lagi berkontribusi maksimal di sarankan untuk di lepas.

Dengan pendekatan tersebut, Messi berharap Barcelona dapat kembali membangun fondasi kuat. Meski begitu, tidak semua sarannya di jalankan dengan optimal.

1. Philippe Coutinho

Alasan Di sarankan Di jual

Philippe Coutinho di datangkan dengan harga fantastis. Namun sayangnya, performanya tidak sesuai ekspektasi. Selain itu, gaya bermain Coutinho di nilai tidak menyatu dengan sistem Barcelona.

Messi di sebut menilai Coutinho kesulitan beradaptasi. Oleh karena itu, menjualnya di anggap solusi terbaik untuk mengurangi beban finansial klub.

Nasib Coutinho

Akhirnya, Coutinho di pinjamkan ke Bayern Munchen. Menariknya, ia justru tampil gemilang dan membantu Bayern menjuarai Liga Champions. Namun demikian, Barcelona tetap melepasnya secara permanen karena tidak masuk rencana jangka panjang.

2. Ivan Rakitić

Alasan Di sarankan Di jual

Rakitić merupakan gelandang pekerja keras. Akan tetapi, usia dan intensitas permainannya mulai menurun. Oleh sebab itu, Messi menilai regenerasi lini tengah harus di percepat.

Nasib Rakitić

Rakitić akhirnya kembali ke Sevilla. Di sana, ia kembali menemukan performa stabil dan menjadi pemain kunci. Dengan demikian, keputusan berpisah terbukti tepat bagi kedua pihak.

3. Arturo Vidal

Alasan Di sarankan Di jual

Meskipun agresif dan berpengalaman, Vidal di anggap kurang cocok dengan filosofi penguasaan bola Barcelona. Selain itu, gaya bermainnya sering kali terlalu individual.

Nasib Vidal

Vidal bergabung dengan Inter Milan dan langsung menjadi bagian penting tim. Bahkan, ia turut membantu Inter meraih Scudetto. Hal ini menunjukkan bahwa lingkungan baru lebih cocok baginya.

4. Samuel Umtiti

Alasan Dis arankan Di jual

Cedera berkepanjangan membuat Umtiti kesulitan tampil konsisten. Akibatnya, performanya menurun drastis. Messi di sebut menyarankan agar Barcelona tidak terus bergantung pada pemain yang rentan cedera.

Nasib Umtiti

Sayangnya, karier Umtiti terus meredup. Ia kesulitan mendapatkan menit bermain dan akhirnya meninggalkan Barcelona tanpa meninggalkan kesan signifikan.

5. Nelson Semedo

Alasan Di sarankan Di jual

Semedo di nilai belum mampu memenuhi kebutuhan taktik Barcelona di posisi bek kanan. Oleh karena itu, Messi menilai posisi tersebut perlu peningkatan kualitas.

Nasib Semedo

Semedo pindah ke Wolverhampton Wanderers dan tampil cukup konsisten di Liga Inggris. Dengan demikian, kepindahannya membawa dampak positif bagi kariernya.

6. Malcom

Alasan Di sarankan Di jual

Minimnya menit bermain membuat Malcom sulit berkembang. Selain itu, persaingan di lini depan terlalu ketat.

Nasib Malcom

Malcom hijrah ke Zenit dan justru menjadi bintang utama. Ia berkembang pesat dan menjadi pemain kunci klub Rusia tersebut.

Dampak Keputusan yang Tidak Sepenuhnya Di ikuti

Meski Messi minta Barcelona bersih-bersih, manajemen saat itu tidak sepenuhnya mengikuti arahannya. Akibatnya, Barcelona tetap mengalami stagnasi performa dalam beberapa musim berikutnya.

Bahkan, masalah finansial semakin parah. Oleh karena itu, banyak pihak menilai bahwa saran Messi seharusnya di jadikan fondasi reformasi klub lebih awal.

Kesimpulan

Lionel Messi bukan hanya legenda Barcelona, tetapi juga sosok yang peduli terhadap masa depan klub. Ketika Messi minta Barcelona bersih-bersih pada 2019, ia sebenarnya melihat masalah lebih awal. Keenam pemain yang di sarankan di jual akhirnya membuktikan bahwa perubahan memang di perlukan.

Sayangnya, keputusan setengah-setengah membuat Barcelona kehilangan momentum. Pada akhirnya, kisah ini menjadi pelajaran penting bahwa keberanian mengambil keputusan besar sangat menentukan arah sebuah klub.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *